Penangkaran Murai dan Peternakan Murai Batu Super Skala Besar

Artikel Murai

warning_3 Global Fauna Farm Tidak Mempunyai Cabang ditempat lain, hanya di kota Mojokerto Jawa Timur, hati hati maraknya penipun yang memakai Nama, Foto Murai atau Gambar Lokasi Penangkaran dari Globalfaunafarm.com

Selamat datang di halaman artikel murai Global Fauna Farm. Pada kesempatan ini global fauna akan membuat artikel yang berhubungan dengan murai batu, baik itu murai batu super medan maupun murai batu super malaysia (murai batu ekor panjang).

Mungkin seringkali para peternak murai batu maupun pecinta murai batu menemukan beberapa kendala dalam merawat burung murai, dari masalah sederhana hingga masalah krusial yang terjadi pada pemeliharaan burung murai.

Daftar Artikel Global Fauna

    1. Burung Murai Batu Yang Kita Pelihara Tidak Kunjung Bertelur
    2. Telur Burung Murai Batu Tidak Menetas Dan Piyek Murai Mati Sebelum Dipanen
    3. Faktor Faktor Kegagalan Peternak Murai Batu
    4. Cara Cara Yang Cepat Dan Efisien Menjodohkan Burung Murai Batu
    5. Tehnik Menetaskan Telur Burung Murai Batu Dalam Inkubator
    6. Tehnik Membesarkan Anak  Burung Murai Mulai Usia 1 Hari Hingga Dewasa
    7. Berbagai Macam Penyakit Pada Murai Berikut Dengan Cara Penanganannya
    8. Nutrisi Yang Dibutuhkan Agar Murai Batu Dapat Berkembang Biak Dengan Baik
    9. Tehnik Memaster Burung Murai Batu Agar Cepat Berhasil
    10. Tehnik Poligami Dalam 1 Kandang 3 Betina Berikut Cara Menjodohkannya

 

“Burung Murai Batu Yang Kita Pelihara Tidak Kunjung Bertelur”

Karena banyaknya pertanyaan2 yang masuk kepada kami dan tidak semuanya bisa kami jawab satu persatu, maka melalui kolom berita ini kami akan menjawab berseri dari pertanyaan2 yang masuk seputar penangkaran burung murai batu.

 Pertanyaan yang terbanyak masuk saat ini adalah:

1. Mengapa burung murai batu yang kami ternak tidak kunjung bertelur? Padahal kami memeliharanya sudah hampir setahun.

Jawabannya Adalah:

a. Indukan betina yang masih liar, sebaiknya pilihlah indukan betina yang jinak dan sudah birahi

b. Pakan  yang kurang bergizi (kadar protein dan energi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah) untuk pemeliharaan sistem tradisional sebaiknya pakan jadi seperti voor yang mengandung protein rendah jangan diberikan. Pakan yang cocok adalah kroto, jangkrik kecil dan ulat kandang. Menu pakan sebaiknya tetap jangan berganti2 untuk menghindari burung stress. Jangan sampai membatasi jumlah pakan burung dan harus bisa diupayakan  burung selalu kenyang apabila nafsu makan burung kurang dapat diberikan obat penambah nafsu makan yang mengandung antibiotik.

c. Pemberian obat2an yang dapat merangsang FSH (follikel stimulating hormone ) dan LH (luteinizing hormone) sangat membantu dan harus diberikan setiap hari sampai bertelur.

d. Kondisi burung dalam kandang yang kurang tenang. Contoh kandang yang baik dari pengalaman kami, seperti contoh dibawah ini:

kandang-murai-disekat

Semoga  keterangan kami diatas dapat membantu anda untuk mencapai kesuksesan dalam beternak burung murai.


“Telur Burung Murai Batu Tidak Menetas Dan Piyek Murai Mati Sebelum Dipanen”

    Ada 3 hal penyebab telur tidak menetas :

  • Telur infertil / tidak ada janin

          Penyebabnya adalah burung murai tidak kawin karena pejantan tidak birahi.

  • Daya tetas rendah

          Penyebabnya adalah Pengaruh cuaca panas dan kelembapan kurang.

Banyak sekali keluhan-keluhan dari para peternak dimana saat musim kemarau telur-telur burung murainya rusak (tidak menetas) padahal telur sudah ada janin. Dan sementara ini banyak anggapan hal tersebut dikarenakan suhu udara luar yang terlalu tinggi sampai pada kisaran 340C – 350C sehingga banyak peternak yang pasrah dengan kondisi/situasi seperti ini.

Secara tehnis sebenarnya suhu udara luar yang panasnya hingga 340C – 350C itu masih dibawah kebutuhan panas telur untuk menetas. Karena untuk bisa menetas telur murai membutuhkan panas pada kisaran 370C – 380C jadi bukan suhu penyebabnya melainkan kelembapan.

Pada saat udara panas kelembapan udara luar akan turun hingga kisaran 40% – 45% dan pada saat musim hujan kelembapan udara luar ada di kisaran 60% – 85%.

          Untuk menyiasati saat musim kemarau guna mendapatkan kelembapan yang ideal (kisaran 60%) adalah dengan cara didepan kandang burung diberi alas karpet atau karung goni yang sering disiram air. Fungsi karpet/karung goni tersebut untuk menyerap air guna mempertahankan kelembapan karena tidak cepat kering.

          Nutrisi  yang terkandung dalam pakan juga dapat menyebabkan fertilitas dan daya tetas rendah. Sebaiknya burung murai yang kita ternak diberi multivitamin dan mineral yang berkualitas. (pemberian pakan yang berkualitas akan kami bahas selanjutnya di bab yang akan datang)

  • Telur dipatuk oleh induknya

Biasanya hal ini terjadi pada burung murai batu yang baru pertama kalinya bertelur penyebabnya adalah ketenangannya terganggu oleh kegaduhan di sekitar kandang atau bisa juga disebabkan oleh peternak sendiri yang masuk kedalam kandang melihat telur.

Piyek yang sudah menetas dibuang oleh induknya.

Pada dasarnya semua hewan, termasuk hewan buaspun tidak akan membunuh anaknya sendiri dan begitu juga dengan burung murai batu. Ia tidak akan membuang anaknya sendiri apabila anaknya tidak sakit atau mati.

Adapun penyebab anak murai sakit atau mati adalah faktor penyakit, makanan yang keras (tidak dapat dicerna) ,kotor/tidak higienis, pakan kurang bergizi dan kurangnya kadar air dalam pakan. Sebaiknya bila sudah ada piyek yang menetas kroto(telur semut) yang bersih jangan dibatasi pemberiannya, karena selain mempunyai daya cerna yang tinggi kroto juga mengandung kadar air yang tinggi pula.

Semoga sedikit uraian kami dapat berguna dan membantu anda sesama peternak burung murai.

Untuk bab yang akan datang kami akan membahas faktor-faktor yang sering membuat peternak murai gagal. Diantaranya adalah kesehatan burung murai dan cara mengatasi penyakit pada burung murai. Dengan penanganan yang tepat burung murai dapat mempunyai daya tahan tubuh yang tinggi. walaupun yang kita pelihara berjumlah ribuan ekor, kita tidak akan menemui kesulitan dalam pemeliharaan karena akan jarang sekali kita jumpai burung murai yang sakit.


“Faktor Faktor Kegagalan Peternak Murai Batu”

Mengapa peternak burung murai gagal?

Dari sekian banyak peternak burung murai yang berhasil, jumlah peternak yang gagal masih jauh lebih banyak. Ketidak berhasilan ini 70% didominasi oleh para pemula yang belum punya bekal pengalaman. Mereka termotivasi untuk beternak burung murai karena melihat kesuksesan beberapa peternak dan tergiur oleh harga anakan burung murai (trotol) yang semakin hari semakin mahal.

Padahal  kegagalan para peternak burung murai sangat banyak dan lebih kompleks , beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Keliru dalam memilih indukan

a.Betina yang jinak dan jantan yang sudah birahi

Banyak  peternak pemula saat awal mulai beternak mereka lebih banyak yang memilih indukan harga murah untuk memperkecil investasi. Hingga dipilihlah murai dari hutan yang biasa dikenal dengan sebutan muda hutan. karena mereka masih tahap coba-coba dan minimnya informasi yang didapat, langkah ini justru akan membawa kerugian lebih besar mulai dari biaya pakan hingga angka kematian yang tinggi.

Perlu diketahui syarat utama untuk berhasil dalam beternak murai, yang pertama adalah indukan betina yang jinak seperti yang pernah penulis utarakan di bab sebelumnya. Murai betina yang masih liar kadar hormone Prolaktin dalam darahnya tinggi dan setiap hari selalu diselimuti stress. Hal ini bukan hanya berlaku pada burung murai saja tetapi berlaku pada seluruh jenis unggas, mereka  akan bertelur apabila sudah mendapatkan suasana nyaman dan ketenangan dalam jiwanya.

Penulis pernah mencoba 50 pasang murai indukan muda hutan sebagai bahan riset. Telah kami ujicoba dengan berbagai cara dan berbagai macam obat-obatan  perangsang birahi, baik itu melalui injeksi maupun oral selama satu tahun tapi hasilnya sangat mengecewakan. Dari 50 pasang hanya 1 pasang yang berhasil bertelur itupun tidak memuaskan karena murai jantannya masih kurang birahi sehingga telur yang dihasilkan infertil(kosong/tidak ada benih).

Burung muda hutan baik itu betina ataupun  jantan yang dipelihara dalam kandang proses birahinya memerlukan waktu yang lama.

Sedangkan burung murai yang sudah tidak bertarung dalam kandang belum tentu  sudah jodoh. karena jodoh dan tidaknya burung murai tergantung dari birahi atau tidaknya kedua murai tersebut.Salah satu contoh burung murai muda hutan dapat langsung akur kalau dipasangkan tanpa ada pertarungan tapi tidak jodoh, berbeda dengan murai hasil tangkaran yang banyak bertarung lebih dulu apabila dipasangkan sehingga memerlukan sedikit tehnik untuk menjodohkannya.

#Tehnik-tehnik menjodohkan burung murai yang cepat,praktis dan gampang tanpa menggunakan kandang jodohan akan kami bahas pada episode yang akan datang#

b.Indukan yang masih muda baik itu jantan maupun betina

Pilihlah indukan yang sudah siap dan masih muda.

Ciri Indukan yang sudah siap kondisi bulunya sudah mulus dan yang betina sering berkicau dengan mengelepak-kelepakan sayap dan yang jantan juga sudah rajin berkicau, minimal usia betina maupun pejantan 10 bulan dan maksimal usia produktif    5 tahun.

Untuk mengetahui tua /muda murai dari hasil ternakan bisa dilihat dari warna dalam rongga mulut dan sisik pada kaki Kalau murai usia muda masih ada warna merah dalam rongga mulutnya dan kaki masih mulus, sedangkan kaki pada burung yang sudah tua sisiknya kelihatan tebal. Terkecuali burung muda hutan yang baru ditangkap dari hutan baik itu yang tua maupun yang muda kakinya tidak bersisik, selalu kelihatan kecil, bulat dan basah sehingga sulit dibedakan antara yang tua dan yang muda terkecuali yang masih anakan (trotol). Sehingga banyak peternak murai yang terkecoh.

2. Kesehatan & kebersihan

Dalam perjalanan panjang beternak murai, yang memegang peranan tak kalah penting adalah faktor kesehatan. Sebelum burung mati pasti sakit dulu dan sebelum sakit pasti kesehatannya terganggu lebih dulu. Adapun beberapa penyebab gangguan kesehatan pada murai  adalah:

  • Stres karena tekanan mental

Hal ini biasanya banyak dialami oleh burung murai  muda hutan. Stres menimbulkan efek negatif,terutama gangguan pada produksi telur serta meningkatnya kepekaan tubuh terhadap bibit penyakit patogen, respon tubuh burung terhadap stres juga erat kaitannya dengan sistem saraf otonom (SSO), atau system saraf tidak sadar, sistem hormonal dan sistem kekebalan tubuh, penurunan kewaspadaan sel darah putih dalam menangkal bibit penyakit (lazy leucocyte syndrome). Kondisi ini akan menyebabkan burung mudah terinfeksi bibit penyakit.                                                                                   

Stres juga menyebabkan gangguan metabolise karbohidrat dan mineral akibatnya  pertumbuhan tubuh dan produksi telur terganggu. Gangguan sekresi beberapa zat mediator dalam sistem syaraf (neutrotransmitter), misalnya gangguan sekresi kholesistokinin yang menyebabkan menurunnya tingkat konsumsi pakan (feed intake) Dengan menurunnya konsumsi pakan tubuh burung semakin hari semakin Kurus dan berakhir dengan kematian.

  • Cekaman udara dingin (daerah pegunungan)

Karena burung murai kurang tahan dengan udara dingin, berbeda dengan burung cucak rowo yang cenderung menyukai udara dingin.

  • Ketenangan dalam lingkungan peternakan

Hindarkan suara gaduh disekitar kandang dan perlakukan burung dengan hati2 serta tidak kasar. Batasi orang yang berlalu lalang serta basmilah binatang pembawa penyakit /pembuat gaduh.

  • Sanitasi kandang yang buruk

Sebaiknya lantai kandang tempat beternak murai dalam kondisi tetap kering usahakan dapat sinar matahari pagi dan disemprot dengan desinfektan secara rutin seminggu minimal 2kali. Bisa menggunakan desinfektan merk dektan atau rodalon dengan takaran 2 ml/2 liter air. Desinfektan ini sangat aman untuk burung. Cara pakainya bisa langsung disemprotkan merata dalam kandang untuk mencegah berkembangnya kuman dan bakteri terutama bakteri hemophilus paragallinarum(snot) dan bakteri Escherichia coli (avian colibacillosis).

Ke dua jenis bakteri ini paling sering menyerang burung murai. Langkah yang harus diambil apabila burung sudah terlanjur sakit sebaiknya dipisahkan dari yang sehat,pasang  lampu untuk pemanas dan segera berikan antibiotik yang berkualitas tinggi, khususnya pada bakteri E.coli. Mengapa harus berkualitas tinggi, karena banyak antibiotik yang sudah resisten terhadap bakteri E.coli.

contoh antibiotik yang berkelas tinggi yang dapat diperoleh di apotik adalah:

- CRAVIT (levofloxacin) tablet

- MEROPENEM injeksi

Obat antibiotik tersebut diatas dapat dicampurkan  dengan obat anti depresan atau obat anti nyeri yang bertujuan supaya burung mau secepatnya makan.

Dan sebaiknya progam pengobatan dilakukan sedini mungkin ketika penyakit atau gejalanya sudah terdeteksi.jika infeksi sudah terlanjur parah pengobatan akan sulit dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang mahal.

Penyemprotan kandang dengan desinfektan ini banyak dilalaikan/disepelekan oleh sebagian besar peternak.padahal penyemprotan ini sangat besar sekali manfaatnya untuk kesehatan burung dan harga desinfektan tersebut juga tidak mahal.

  • Pemberian air minum yang bersih

Air minum bersih bebas organisme yang merugikan dan memenuhi syarat kelayakan air minum baik secara biologis,fisis maupun kimiawi.

  • Membersihkan tempat makan dan minum burung secara rutin dengan desinfektan.
  • Kualitas pakan dari serangga seperti;
    1. kroto sebaiknya diberikan yang masih segar tidak kotor dan tidak berbau amoniak atau asam.
    2. jangkrik diberikan yang masih sehat contoh jangkrik yang sehat belalainya tidak berair dan badannya masih keras jangkrik yang badannya sudah empuk biasanya jangkrik stok lama yang sudah sakit.
    3. ulat kandang yang masih baru dipanen dari kandang ayam sebaiknya dipuasakan sehari sebelum diberikan pada burung.
  • Pemberian multivitamin dan elektrolit secara rutin

Cara pertama pemberian multivitamin dan elektrolit dapat dicampurkan ke sedikit kroto dan diberikan langsung keburung setelah kroto termakan habis baru boleh menambahkan  kroto lagi (tanpa multivitamin).

Cara kedua pemberian multivitamin dan elektrolit bisa dicampurkan kedalam voor yang halus dan dibasahi air sedikit untuk pakan ulat. Apabila pakan yang diberikan sudah habis termakan, Ulat bisa langsung diberikan pada burung .

3. Tehnik pemeliharaan anakan burung murai pasca panen.

Dalam pemeliharaan tradisional Program panen anakan(piyek) murai biasanya dipanen usia kisaran seminggu. Pada usia ini piyek  sudah kelihatan tumbuh bulu jarumnya. Pemberian pakan biasanya menggunakan kroto bersih ditambah dengan voor pakan burung pabrikan yang telah dicampur dengan sedikit air.

Mengapa piyek murai baru dipanen saat usia 1 minggu?  

Karena banyak peternak burung murai yang tidak bisa menyuapi /memelihara anak murai mulai usia 1 hari.

#Untuk teknik hatchery/pemeliharaan anakan murai yang mudah, baik dan benar mulai usia 1 hari hingga dewasa, bermacam jenis pakan hingga temperature inkubator yang tepat untuk piyek murai akan kami bahas pada episode yang akan datang#

4 Responses to Artikel Murai

  • billy says:

    Mohon info harga anakan murai batu medan lepas trotol kisaran umur 7 bulan.thanks..salam billy dari jogja.

    • Peternak Murai Batu says:

      Untuk pak billy silahkan langsung menghubungi kami mengenai harga trotol, nomor yang bisa di hubungi +6285335442277 +6285648953333 +6283854999111. terima kasih

  • kadek wawan says:

    Slam knal…ada yg mau sy tanyakan…berapa lama menaikan birahi ke 2 murai di dlam kandang penangkaran..dan bagaimana caranya mengatur birahinya biar bersamaan…mohon bimbingannya….trims…

  • andre says:

    Salam kenal…Mohon info…kira murai batu bisa di kirim ke luar daerah soalnya saya mau psan tapi lokasi di ntb…trims!!!